0
 UNICEF Mengeluarkan Pernyataan Yang Mengecam 'Perang Terhadap Anak-anak Di Suriah

Dana anak-anak PBB pada hari Selasa menyatakan "kemarahan" atas pembunuhan anak-anak di Suriah dengan mengeluarkan sebuah pernyataan kosong, menambahkan dalam sebuah catatan kaki bahwa "tidak ada kata-kata yang akan melakukan (mereka) keadilan".



Pernyataan tersebut muncul setelah sebuah kampanye pengeboman rezim Suriah yang ganas menggebrak daerah kantong gerilyawan Ghouta yang dilancarkan pemberontak pada hari Senin, menewaskan 127 warga sipil, 39 di antaranya anak-anak.

"Tidak ada kata-kata yang akan adil terhadap anak-anak yang terbunuh, ibu mereka, ayah mereka dan orang yang mereka cintai," kata Geert Cappelaere, direktur regional UNICEF untuk Timur Tengah dan Afrika Utara.

UNICEF menyuarakan kemarahannya dalam sebuah catatan akhir pada akhir siaran pers, yang berjudul "Perang di Anak-anak di Suriah. Laporan tentang korban jiwa di kalangan anak-anak di Ghouta Timur dan Damaskus."

"UNICEF mengeluarkan pernyataan kosong ini," katanya. "Kita tidak lagi memiliki kata-kata untuk menggambarkan penderitaan anak-anak dan kemarahan kita. Apakah orang-orang yang menimbulkan penderitaan masih memiliki kata-kata untuk membenarkan tindakan barbar mereka?"

Perserikatan Bangsa-Bangsa pada hari Senin menuntut diakhirinya penargetan warga sipil di Suriah.

Namun pada hari Selasa, monitor perang Suriah Observatory for Human Rights mengatakan setidaknya 50 warga sipil, termasuk 13 anak-anak, tewas dalam serangan udara hari kedua di Ghouta Timur.

Diadakan oleh pemberontak sejak tahun 2012, Ghouta Timur adalah kantong terakhir wilayah yang dikuasai oposisi di sekitar Damaskus dan rezim Presiden Bashar al-Assad tampaknya sedang mempersiapkan serangan darat untuk merebutnya kembali.

Post a Comment

 
Top