0
BPPTKG Teliti Letusan Freatik Merapi Yang Hasilkan Material 

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi menyatakan relatif tidak ada perubahan morfologi di kawah Gunung Merapi meski kembali mengalami letusan freatik pada Rabu (23/5/2018), pukul 03.31 WIB, atau letusan freatik keenam selama Mei.


"Dari pengamatan visual, relatif tidak ada perubahan morfologi di kawah Merapi," kata Kepala Seksi Gunung Merapi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Agus Budi Santosa di Yogyakarta.

BPPTKG) Yogyakarta mengebut penelitian pada sejumlah material hasil erupsi freatik Gunung Merapi yang sepanjang Mei 2018 ini intens terjadi.

Penelitian material itu untuk mengetahui gejala atau tanda, apakah peningkatan erupsi freatik ini benar-benar mengarah pada letusan magmatik yang menjadi tingkat letusan paling berbahaya dari Merapi.“Kami sedang teliti terus sejumlah material abu dari letusan freatik itu, apakah mengandung material baru atau tidak yang bisa menjadi penanda arah ke fase erupsi magmatik,” ujar 

Kepala Seksi Gunung Merapi BPPTKG Yogyakarta Agus Budi Santoso ditemui di kantornya.

Selain melakukan uji laboratorium terhadap sampling material vulkanik hasil letusan freatik, pemantauan terhadap aktivitas Gunung Merapi juga terus dilakukan, salah satunya pada kondisi suhu di kawah.

Agus menyebut, suhu di pusat kawah Merapi masih cukup tinggi yaitu mencapai sekitar 75 derajat celcius dari suhu normal sekitar 40 derajat celcius.

Meskipun demikian, emisi SO2 yang keluar dari sulfatara masih dalam tingkat rendah jika dibandingkan dengan emisi yang terjadi saat letusan freatik pada 11 Mei.

Sedangkan status waspada yang saat ini ditetapkan untuk Gunung Merapi, lanjut Agus, bukan merupakan status kritis tetapi semata-mata dilakukan karena ada peningkatan aktivitas berdasarkan satu atau lebih parameter.

Post a Comment

 
Top