0
Istri Moestopo, Tinggal Bersama Kenangan di Tengah Kampus

Siapa yang tak tau Moestopo? Salah satu Pahlawan Nasional yang juga merupakan dokter gigi dan pencetus berdirinya Universitas Prof Dr Moestopo (Beragama). Beliau sudah meninggal pada 29 September 1986 saat usianya 73 tahun.


Lahir di Kediri, Jawa Timur, Moestopo pindah ke Surabaya untuk menghadiri Sekolah Kedokteran Gigi di sana. 


Pada awalnya menjadi seorang praktisi, karyanya terputus pada tahun 1942 ketika Jepang menduduki Indonesia dan Moestopo ditangkap oleh Kempeitai untuk mencari mencurigakan. Setelah dibebaskan, ia menjadi dokter gigi untuk Jepang tetapi akhirnya memutuskan untuk melatih sebagai seorang perwira tentara. 

Setelah lulus dengan pujian, Moestopo diberi komando PETA pasukan di Sidoarjo, ia kemudian dipromosikan menjadi komandan pasukan di Surabaya.

Sebagian orang memilih tinggal jauh dari hiruk-pikuk kota saat lanjut usia. Alasan di balik pilihannya beragam. Mungkin tinggal di kawasan perumahan tenang yang jauh dari bisingnya lalu lintas kota atau di desa yang tenteram. Namun, itu tidak berlaku bagi RA Soepartien Moestopo, istri Prof Dr Moestopo.

Soepartien memilih tinggal di rumah penuh kenangan yang terletak di kompleks kampus Universitas Prof Dr Moestopo (Beragama). Paling tidak, sudah lebih dari separuh hidup wanita kelahiran 22 September 1922 ini dijalani di rumah tersebut.

Lokasi rumah yang didiami Soepartien bukan di belakang atau pinggir, melainkan di tengah-tengah bangunan kampus berbentuk huruf U itu. 

Dengan lebar sekitar 12 meter dan panjang mungkin lebih dari 20 meter, amat mudah bagi orang-orang menyadari keberadaan bangunan itu. Orang yang melewati Jalan Hang Lekir menuju arah Senayan Jakarta Pusat pasti bisa melihat rumah bercat putih bergenteng merah tersebut.

Post a Comment

 
Top