0
Kalau Soal Baik Ya Lebih Enak Pulang Ke Rumah Ungkap Pengacara Sebesar Bakpao 

Terdakwa perintangan penyidikan korupsi proyek e-KTP, Fredrich Yunadi dipindahkan ke rumah tahanan Cipinang, Jakarta Timur, Rabu (2/5/2018). Perpindahan tersebut sehubungan dengan persetujuan Majelis Hakim atas permintaan Fredrich yang meminta pindah dari rumah tahanan Klas I Jakarta Timur cabang KPK.


Jaksa Penuntut Umum pada KPK membenarkan adanya pemindahan tersebut. Saat dikonfirmasi, Jaksa Takdir Suhan menuturkan, pemindahan Fredrich dari rutan KPK ke Cipinang .

Fredrich sebelumnya mengajukan pindah tahanan kepada Majelis Hakim Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat. Dia beralasan bahwa merasa tidak betah berada di rumah tahanan KPK dengan alasan obat yang biasa ia konsumsi diambil oleh petugas rutan.

"Kalau berkenan Pak, saya dipindahkan dari tahanan KPK, saya tidak nyaman Pak dengan perlakuan itu," ujar Fredrich, Kamis 5 April 2018.

Di hadapan majelis hakim dan jaksa penuntut umum, Fredrich mengeluh alasan petugas rutan KPK menyita obat-obatan tersebut karena berbahaya. Dia berujar, tanpa obat itu tekanan darahnya sangat tinggi.

Pengabulan pemindahan Fredrich lantaran terdakwa kasus perintangan penyidikan KPK itu memohon agar hak-haknya dipenuhi seperti hak Fredrich untuk mendapatkan obat-obatan.

Di hari pertama menjadi penghuni rutan Cipinang, Fredrich mengaku kini haknya sudah dipenuhi. “Di sana jelas HAM dihormati, obat dikasih tidak ada kesulitan,” ucapnya di Pengadilan Tipikor.

"Semua kan tergantung dari rutan, keamanan selama tidak melanggar peraturan, tapi yang paling baik maunya sih kita pulang ke rumah, rutan apapun tidak ada yang baik surga saya ya di rumah, asal jangan di rutan KPK," tambah Fredrich.

Menurut Fredrich, di rutan Cipinang keluarganya bisa menemuinya lima kali dalam seminggu, berbeda dengan aturan di Rutan KPK yang hanya bisa dilakukan dua kali seminggu dan pada hari libur nasional.

Post a Comment

 
Top