0
Keluarga Ini Dituduh Teroris Dan Diusir Dari Kontrakan Dengan 6 Anak 

Satu keluarga asal Padang, Sumatera Barat diusir dari rumah kontrakannya karena tak mampu membayar dan dituding sebagai teroris. Ibu enam orang anak ini juga terpisah dari sang suami.


Menurut salah satu petugas P3S Suku Dinas Sosial Jakarta Timur, Nimun, Ibu Zamirah bersama suami dan keenam anaknya tinggal di sebuah kontrarakan di daerah Kramat Pella, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Namun belakangan, keluarga itu menunggak biaya kontrakan hingga diusir.

"Tadinya mereka tinggal berkeluarga suami dan istri berserta 7 orang anaknya di sebuah kontrakan. Karena beberapa bulan belum membayar kontrakan akhirnya mereka sekeluarga disuruh keluar oleh si pemilik kontrakan itu," ujar Nimun.

Setelah keluar dari kontrakan keluarga ini tidka tahu mau kemana, luntang-lantung karena belum mendapat uang untuk mencari tempat tinggal yang baru, akhirnya mereka memilih Masjid sebagai tempat persinggahan mereka.

Namun yang lebih menyakitkan lagi mereka pun tidak diterima untuk tinggal sementara di Masjid , petugas masjid melarang mereka untuk tinggal di sana , Pengurus masjid menyarankan mereka tinggal di panti Dinas Sosial, tapi sang suami tidak mau keluarganya tinggal di panti.

Ketika dalam perjalanan menggunakan angkot menuju Ciputat, kata Nimun, suami beserta anak pertamanya turun terlebih dahulu dari angkot. Namun angkot tersebut segera pergi dan memisahkan mereka antara suami dan seorang anaknya dengan istri beserta enam anaknya.

Sempat di bawa ke kantor polisi saat anak dan orang tua ini terpisah oleh tukang angkot, ternyata tukang angkot ini menduga bahwa mereka adalah teroris, hingga akhirnya kepolisian membawa keluarga ini ke Panti Sosial Perlindungan Bakti Kasih Kebun Kosong.

Post a Comment

 
Top