0
Ternyata Begini Kronologi Bocah Yang Meninggal DiMonas

Komariah (49), Ibu korban tewas akibat berdesakan dalam pembagian sembako di Monas, Sabtu 29 April, melaporkan Forum Untukmu Indonesia yang bertindak sebagai penyelenggara ke polisi.


Kuasa hukumnya, Muhammad Fayyad, menuturkan kronologis wafatnya MRS (10), Putra Komariah. Koban sekitar pukul 10.30 WIB sempat ikut mengantre bersama dengan Komariah.

Menurut dia, pada hari pembagian sembako, Komariah dan MR berangkat menggunakan bus yang disediakan panitia menuju kawasan Monas. Komariah membawa serta MR karena bocah tersebut menderita down syndrome dan tidak bisa ditinggalkan sendirian di rumah. Komariah dan MR kemudian mengantre di lokasi acara sekitar satu jam.

Namun, kondisi yang terik ditambah membludaknya pangantre membuat situasi menjadi ricuh. Pengantre yang jumlahnya amat banyak itu berdesak-desakan. Komariah berusaha keras memegang tangan MR, tapi genggaman tersebut terlepas dan MR terinjak-injak oleh massa.

Komariah berhasil menarik putranya dari kerumunan ke bawah pohon. Ia lantas memberikan air minum pada MRS yang muntah dan kejang-kejang.

Menurut Fayyad, saat itu pihak panitia tak mengacuhkan permintaan tolong Komariah agar anaknya diberi bantuan.

"Pada saat itu ada beberapa panitia laki-laki minta tolong, tapi respon panitia yang ada disitu menyampaikan 'mohon maaf kami sedang sibuk mengurusi ini, yang lain karena chaos jadi enggak bisa, cari lain'," ungkapnya.

Lalu lewatlah dua anggota TNI berseragam dinas. Komariah meminta bantuan kepada keduanya.

MRS sempat dibawa ke Posko Kesehatan di area Monas. Karena tak ada peralatan medis yang lengkap, korban di rujuk ke RSUD Tarakan menggunakan ambulance panitia pembagian sembako sekitar pukul 14.00 WIB.

Korban dipindahkan ke ruang PICU karena tak ada perkembangan pukul 02.00 WIB. Pada pukul 04.45, dokter mengabaran korban meninggal dunia.

Post a Comment

 
Top