0
WHO Serukan Penghapusan Lemak Trans Dari Produk Makanan Di Dunia 

Jakarta Pertama kalinya para pejabat kesehatan dunia melarang bahan ini dari produk-produk makanan yang ada. 


Bahan yang dianggap berbahaya itu adalah lemak trans.Organisasi kesehatan dunia, WHO bekerja sama dengan Bloomberg Philanthropies dan yayasan kesehatan nirlaba di bawah Gates Foundation, Relove to Save Lives, meluncurkan kampanye melawan bahan ini.

Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) secara resmi mengumumkan mereka akan mulai melarang penggunaan lemak trans artifisial dalam makanan. Dalam 3 tahun ke depan, produsen makanan harus menghapuskan sumber lemak trans artifisial dari produknya.

Jika berhasil, mereka menyatakan hal tersebut bisa menyelamatkan lebih dari 10 juta jiwa penduduk dunia dengan mengurangi penyakit kardiovaskular.

"Lemak trans adalah racun kimia yang tidak diperlukan dan bisa membunuh," ujar Dr Tom Frieden, presiden dan CEO Resolve to Save Lives dan mantan direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika serikat.

Bahan makanan yang mengandung lemak trans populer digunakan oleh sejumlah produsen untuk mengolah panganan yang digoreng hingga dipanggang."Namun, makanan-makanan jenis tersebut bisa meningkatkan risiko penyakit jantung sebanyak 21 persen dan kematian sebanyak 28 persen," kata WHO dalam pernyataannya.

Menerapkan strategi WHO untuk mengganti lemak trans, termasuk dengan mempromosikan bahan alternatif yang lebih sehat dan membuat aturan terhadap bahan-bahan berbahaya, akan mengeluarkan lemak trans dari rantai makanan dan mengakibatkan penyakit jantung.

Frieden menambahkan, ini merupakan pertama kalinya WHO menyerukan penghapusan faktor risiko untuk penyakit kronis secara global.

"WHO berhasil memimpin penghapusan penyakit menular lain seperti cacar dan kebutaan sungai, tetapi tidak pernah sebelumnya memiliki tujuan untuk menghilangkan penyakit tidak menular," ujar Frieden.

Post a Comment

 
Top