0

Info Terkini - Nasib malang dialami oleh Sumarsono (60), warga Dusun Kretek RT 04/RW 04 Desa Karangrejo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang.
Dirinya ditemukan meninggal dunia di sebuah umur sedalam 7,5 meter di sekitar kediamannya,

Korban diduga meninggal akibat tidak sengaja terjatuh dan tercebur ke dalam sumur tersebut.
Korban ditemukan pertama kali oleh anaknya sendiri, Eka pramudiya alias Edo (38) warga Dusun Doho RT 02/ RW 04, Desa Ngawu, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo .

Waktu itu, Eka berencana menjemput Sumarsono di Magelang untuk diajak pulang ke Sukoharjo.
Namun, dirinya tak dapat menghubungi Sumarsono pada tanggal 11 Juni 2018 lalu.

"Terakhir komunikasi dengan ayah saya melalui telepon tanggal 3 juni 2018 dan tanggal 6 dan 9 Juni 2018, namun tanggal 11 Juni 2018, saya telepon lagi ternyata sudah tidak aktif dan tidak bisa dihubungi,” kata Eka.
Saat dicari di rumah, korban tak dapat ditemui di kediamannya.
Eka pun mencari di sekeliling rumah dan mendapati sosok manusia tertelungkup di dasar sumur.

Dia pun curiga jika jasad tersebut adalah ayahnya.
Ia pun memberitahu Kepala Dusun Kretek Marsidi (36) dan langsung melapor ke Polsek Borobudur Polres Magelang.
“Kami datang kesini rencananya akan menjemput ayah saya, Sumarsono, untuk diajak pulang ke Sukoharjo, namun saat kami tiba sekitar pkl.07.00 wib, korban tidak ada di rumah setelah saya cari mendapati korban sudah tertelungkup meninggal dunia di dalam sumur yang berada di sebelah barat rumah,” ujar Eka.

Polsek Borobudur datang tak lama kemudian, bekerjasama dengan BPBD Kabupaten Magelang, Petugas melakukan Evakuasi Orang tercebur ke Sumur.
Setelah diidentifikasi, diketahui jasad tersebut adalah Sumarsono.
Kapolsek Borobudur AKP Didik Solaeman SH membenarkan pihaknya telah mendapatkan laporan adanya penemuan orang meninggal di dalam sumur, kemudian di pimpin oleh Kanit Reskim Aiptu Zubaidah dan anggota Polsek Borobudur mendatangi TKP penemuan, dan dilakukan olah TKP Korban tercebur dalam sumur dengan kedalaman 7,5 meter, diameter 1,5 meter, terangnya.

Kemudian Polsek Borobudur koordinasi dengan BPBD Kabupaten Magelang dipimpin oleh Nur Fauzan bersama sama melakukan evakuasi korban dari dalam sumur dengan cara di kerek dengan tambang.
Dari hasil pemeriksaan badan oleh Tim Inafis Polres Magelang dipimpin Aiptu Rudi dan Puskesmas Borobudur dr Nurul Hapsari , ditubuh korban tidak diketemukan tanda tanda penganiayaan, kepala terjadi benturan, kulit mengelupas, dan lidah menjulur keluar.

Setelah dilakukan olah TKP dan pemeriksaan korban Visum luar, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dilakukan proses pemakaman.
"Untuk kasus ini masih dilakukan pendalaman oleh petugas Reskrim Polsek Borobudur guna mencari tahu penyebab kejadian ini," pungkas Didik.

Post a Comment

 
Top