0
Dikaitkan dengan Pilkada, IPW Apresiasi Kapolri Copot Jabatan Wakapolda Maluku


Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Tito Karnavian mencopot Wakapolda Maluku Brigjen Pol Hasanuddin. 



Hasanuddin yang baru menjabat Wakapolda Maluku 30 Januari 2018 ini dicopot karena diduga ikut bermain mendukung pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Murad Ismail- Barnabas Orno (Baileo). 

Polda Maluku menyerahkan pengusutan kasus ini ke Bawaslu Maluku.Bergerak cepat mengisi kekosongan, Polri langsung menunjuk Brigjen Akhmad Wiyagus sebagai pengganti Hasanuddin mendampingi Irjen Andap Budhi Revianto.

Pergantian tersebut tertuang dalam Surat Telegram nomor ST 1535/VI/KEP/2018, tertanggal 20 Juli 2018. Surat tersebut ditandatangani Asisten SDM Kapolri Irjen Arief Sulistyanto.

Jenderal bintang satu ini sebelumnya menjabat sebagai Direktur Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri.

Berdasarkan surat yang diterima Tribunnews.com tersebut, Hasanuddin dimutasikan sebagai analisis kebijakan utama bidang Bindiklat Lemdiklat Polri.

Posisi Wakapolda Maluku yang lowong pun sekarang dijabat oleh Brigjen Pol Akhmad Wiyagus yang sebelumnya menjabat sebagai Dirtipidkor Bareskrim Polri.

Mengenai dugaan adanya keterlibatan Hasanuddin, hal itu bermula dari keterangan tertulis dari Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane.

Dengan dicopotnya Hasanuddin,  diharapkan jajaran Polri dapat menjaga sikap profesional dan independensi mereka selama Pilkada 2018.

Ia menambahkan, IPW sudah membentuk tim untuk memantau netralitas polisi di Pilkada 2018. Sebab cukup banyak laporan dari masyarakat tentang indikasi ketidaknetralan polisi menjelang Pilkada 2018, terutama dari Sumut, Jabar, Kaltim, dan Maluku.

Post a Comment

 
Top