0
Donald Trump Beri Pengampunan Pada Muhammad Ali " Pengampunan Itu Tidak Perlu "

Presiden AS Donald Trump tengah mempertimbangkan untuk memberikan grasi atau pengampunan kepada sekitar 3.000 orang yang kemungkinan telah mendapat hukuman yang tidak adil. 


"Kami memiliki sekitar 3.000 nama yang sedang kami pertimbangkan. 

Dari nama-nama tersebut, banyak di antaranya yang telah mendapat perlakuan hukum yang tidak adil," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih, Jumat (8/6/2018). Pada beberapa kasus, Trump menambahkan, hukuman yang dijatuhkan terlalu lama. Di antara 3.000 nama yang tengah dipertimbangkan, salah satunya adalah mantan juara dunia tinju kelas berat, Muhammad Ali.

Sebelumnya Muhammad Ali diputuskan bersalah setelah dirinya menolak perintah dalam ikut serta dengan militer AS pada tahun 1967 dan ikut berperang melawan Vietnam.

Gelar-gelar kejuaraan tinjunya dicabut dan ia diwajibkan membayar denda 10 ribu dolar. Ali juga divonis hukuman penjara lima tahun, tapi tidak ditahan sambil menunggu hasil permohonan bandingnya.

Selama empat tahun berikutnya ia tidak bisa ikut bertanding dalam dunia tinju, dan Ali menjadi aktivis sosial, berbicara menentang perang Vietnam dan mendukung persamaan hak.

Tahun 1971 Mahkamah Agung AS membatalkan putusan pengadilan dan menerima argumen Ali bahwa ia harus dibebaskan dari wajib militer atas alasan keagamaan.

Tidak diterangkan alasan Trump ingin memberi grasi kepada Muhammad Ali mengingat dia tidak pernah benar-benar dipenjara dan putusan hukumannya juga telah dibatalkan. 

Namun hal ini langsung di tolak oleh Muhammad Ali , pihak kuasa hukum Muhammad Ali pun langsung bersuara. "Kami menghargai sentimen Presiden Trump, namun pengampunan tersebut sama sekali tak diperlukan," kata pengacara Ron Tweel dalam pernyataannya.

Post a Comment

 
Top