0
Fredrich Akan Laporkan Hakim Pengadilan Tipikor ke KY dan MA

Terdakwa kasus merintangi proses penyidikan e-KTP, Fredrich Yunadi berencana melaporkan Ketua Majelis Hakim Saifuddin Zuhri ke Komisi Yudisial (KY) dan Mahkamah Agung (MA). 


Hal tersebut karena Fredrich menilai hakim Pengadilan Tipikor Jakarta itu terlalu berpihak kepada jaksa penuntut umum (JPU).

Usai sidang pembacaan putusan atas kasusnya di dugaan merintangi dan menghalangi penyidikan, Kamis (31/5/2018), terdakwa Fredrich Yunadi mengaku akan melaporkan majelis hakim yang menyidangkan kasusnya ke Komisi Yudisial (KY) dan Mahkamah Agung (MA).

"Kami akan hadapi, saya akan lapor langsung pada pimpinan KY dan MA bahwa ternyata hakim melanggar Pasal 158 KUHAP," tegas Fredrich Yunadi‎ di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Fredrich menyebut, sejumlah permohonannya tak dikabulkan majelis. Mantan pengacara Setya Novanto itu sempat mengajukan keberatan lantaran Jaksa hanya membacakan pokok-pokok berkas tuntan, sementara ia meminta seluruh berkas tuntutan sebanyak 577 halaman dibacakan seluruhnya. 

Majelis hakim yang diketuai Syaifuddin Zuhri tak mengabulkan permohonan Fredrich. Hakim tetap setuju bahwa berkas tuntutan hanya dibacakan pokok-pokoknya.

Dalam tuntutannya, jaksa menilai Fredrich pantas dikenakan hukuman pidana penjara selama 12 tahun penjara ditambah pidana denda dengan nominaal berjumlah Rp600juta subsider 6 bulan penjara.

Fredrich sendiri terlibat dalam tindak pidana merintangi penyidikan dalam kasus korupsi e-KTP yang saat itu tengah mengusut keterlibatan kliennya, Setya Novanto.

Post a Comment

 
Top