0
Fredrich Yunadi Jalani Sidang Pembacaan Pleidoi Ditunda Karena Berkas Hanya 602 Lembar 

Terdakwa Fredrich Yunadi akan meminta penundaan waktu sidang kepada majelis hakim pada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Jumat (8/6/2018). Permintaan itu lantaran Fredrich belum selesai membuat nota pembelaan atau pleidoi. 


"Jadi nanti hanya sidang penundaan saja. Tidak ada istilah tidak disetujui hakim. Saya minta waktu sampai selesai membuat pembelaan," ujar Fredrich.

Sebelumnya Jaksa KPK menuntut Fredrich 12 tahun penjara dan denda Rp 600 juta. Jaksa meyakini Fredrich terbukti bersalah melanggar Pasal 21 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi tentang Mencegah, Merintangi, atau Mengagalkan Penyidikan Secara Langsung atau Tidak Langsung.

Dalam tuntutannya, jaksa KPK menyatakan Fredrich telah memanipulasi perawatan serta rekam medis Setya Novanto di Rumah Sakit Permata Hijau setelah mengalami kecelakaan pada 16 November 2017.

"Di sini ada surat resmi tim penasihat hukum saudara yang pada pokoknya menyatakan hari ini tidak bisa mengikuti persidangan karena pleidoi sedang dalam penyelesaian akhir dan minta ditunda tanggal 21 atau 22 Juni," kata ketua majelis hakim Saifuddin Zuhri.

Menurut Fredrich, pihaknya telah menyelesaikan 602 halaman dari perkiraan 1.200 halaman pleidoi. Majelis hakim pun menjadwalkan sidang selanjutnya pada 22 Juni 2018.

Selama persidangan, Fredrich menunjukan sikap tak kooperatif. Saling lempar argumen antara jaksa, hakim, dan Fredrich kerap mewarnai jalannya sidang. Beberapa kali palu majelis hakim diketok melerai perdebatan antara jaksa dan Fredrich.

Post a Comment

 
Top