0
Cerita Dokter Yusuf yang Dibayar Pasien dengan 10 Botol Plastik

Berobat ke dokter biasanya membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Bahkan terkadang harus merogoh kocek yang dalam untuk bisa menemui dokter.


Hal ini sangat jauh berbeda dengan apa yang dilakukan dokter Yusuf Nugraha. Membuka Klinik Harapan Sehat di kawasan Cianjur, Jawa Barat, dokter Yusuf justru menggratiskan setiap pasiennya yang tidak mampu untuk berobat.

Untuk mendapatkan layanan kesehatan yang berkualitas biasanya mengakibatkan seseorang harus merogoh kocek cukup dalam. Kondisi ini tentu saja memberatkan bagi warga yang kurang mampu atau tak memiliki asuransi kesehatan. 


Namun, di Cianjur sebuah klinik kesehatan memberikan layanan kesehatan nyaris cuma-cuma bagi warga. Nyaris cuma-cuma? Sebab, para pasien cukup memberikan 10 botol plastik bekas sebagai ganti ongkos berobat.

Dengan modal Rp 730 ribu, Yusuf membuka Klinik Harapan Sehat. Setahun berjalan dari 2008 hingga 2009, kliniknya sepi. Padahal, ia sudah menggratiskan biaya berobat karena dirinya sadar betul keadaan ekonomi masyarakat sekitarnya tidak mampu.

Hingga pada satu waktu, ada seorang pasien yang datang berobat ke kliniknya. Yusuf melihat jika bapak tersebut adalah orang yang tidak mampu. Usai berobat, si bapak mengeluarkan uang Rp 10 ribu. Otomatis Yusuf menolak.


Yusuf memilih botol plastik bekas karena selain bisa dijual kembali sekaligus membuat masyarakat terlibat dalam membersihkan lingkungan di sekitar tempat tinggal mereka. 

“Kalau sampah plastik dibuang sembarangan sangat lama terurai oleh tanah. Maka saya ingin mengajak masyarakat untuk turut serta mengurangi pemanasan global tapi dengan cara yang mudah mereka pahami,” katanya. Selain membayar dengan botol bekas, Yusuf juga memiliki beberapa program unik untuk akses kesehatan gratis di kliniknya.

Post a Comment

 
Top