0
Korupsi e-KTP, KPK Kembali Periksa Abdul Malik Haramain

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan memeriksa mantan anggota Komisi II DPR Abdul Malik Haramain. Dia akan dimintai keterangan sebagai saksi terkait kasus e-KTP dengan tersangka Markus Nari.


"Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka MN (Markus Nari)," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Senin (9/7/2018).

Penyidik disinyalir memanggil Abdul Malik Haramain karena sebelumnya politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu sempat disebut jaksa penuntut umum KPK dalam surat dakwaan Irman dan Sugiharto, menerima uang sebesar US$ 37 ribu.

Selain itu, penyidik KPK juga akan memanggil kepala biro perencanaan Kementerian Dalam Negeri Yuswandi A. Tumenggung, Kasubag Sistem dan Prosedur Ditjen Dukcapil Kemendagri Endah Lestari, Staff PNS Ditjen Dukcapil Kemendagri Achmad Purwanto. 

"Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka MN (Markus Nari)," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi.

KPK menetapkan Markus Nari sebagai tersangka kasus korupsi e-KTP karena diduga melakukan perbuatan melawan hukum untuk memperkaya diri sendiri atau orang lain atau korporasi bersama-sama sejumlah pihak hingga merugikan keuangan negara Rp 2,3 trilyun.

Post a Comment

 
Top