0
Jejak Kasus Luna Maya dan Cut Tari

Kasus dugaan tindak pidana kesusilaan yang melibatkan tiga figur publik yakni Nazriel Ilham alias Ariel, Luna Maya, dan Cut Tari kembali mencuri perhatian publik.

Sekelompok masyarakat yang mengatasnamakan Lembaga Pengawasan dan Pengawalan Penegakan Hukum Indonesia (LP3HI) melayangkan gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan atas status tersangka yang masih disandang Luna Maya dan Cut Tari sejak Juni 2018 silam.

Majelis Hakim PN Jakarta Selatan menolak praperadilan atas status tersangka Luna Maya dan Cut Tari yang terlibat kasus pornografi dengan Ariel pada Selasa 7 Agustus 2018. Keduanya tetap menjadi tersangka.

Keputusan itu diambil lantaran belum ada SP3 dari pihak kepolisian. Majelis Hakim menganggap permohonan Nugroho tidak relevan dengan kewenangan pengadilan. Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) yang dimohonkan tidak seharusnya dijadikan objek praperadilan.

LP3HI mengajukan permohonan untuk menghentikan penyidikan secara hukum terhadap Luna Maya dan Cut Tari.

Adapun pihak yang jadi termohon satu adalah Kepala Kepolisian Republik Indonesia sedangkan termohon dua adalah Jaksa Agung.

"Video itu, kasus praperadilan. Praperadilan masuk pada hari Selasa, 5 Juni 2018, perkara no 70/pid.prap/2018PN Jaksel. Pemohon dalam praperadilan ini adalah LSM (lembaga swadaya masyarakat) Lembaga Pengawasan dan Pengawalan Penegakan Hukum Indonesia disingkat LP3HI," ujar Humas Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Achmad Guntur, ketika ditemui di kantornya, Jumat (3/8/2018).

Post a Comment

 
Top