0

Info Terkini - Melasma atau disebut sebagai flek yang muncul pada wajah, sering dikeluhkan wanita.
Bagi kaum hawa, melasma dapat mengganggu penampilan.
Menurut, dokter Putri Anitasari dari Rumah Sakit Graha Husada, Bandar Lampung, wanita paling rentan terkena melasma dibandingkan pria.
Perbandingan tersebut mencapai 24 :1.
Ada tiga macam melasma.

Pertama, melasma centrofacial yang muncul di bagian tengah wajah, semisal di dahi, pipi bagian dalam, bawah hidung, dan dagu.

Kemudian, melasma mandibular yang muncul di dagu.
Terakhir, melasma malar yang muncul pada pipi bagian luar.
Dari ketiga jenis itu, melasma centrofacial paling sering muncul.
Ada beberapa penyebab munculnya melasma pada wajah, antara lain faktor hormon, kehamilan, kontrasepsi oral, dan penggunaan kosmetik.

"Biasanya kosmetik itu adalah foundation, alas bedak, dan blush on. Bisa juga karena faktor genetik. Artinya, jika orangtuanya terkena melasma, kemungkinan besar anaknya juga akan terkena," ujar Putri.

Penyebab lainnya adalah terpapar sinar matahari langsung.

Penyebab itu yang paling sering.
Seorang dokter spesialis kulit di Bandar Lampung, Antoni Miftah menambahkan, agar tidak terkena paparan sinar matahari, wanita sebaiknya selalu menggunakan sunblock saat sedang beraktivitas.
Selain terpapar sinar matahari, melasma bisa juga karena sering terpapar radiasi panas.
Umumnya, hal itu berdampak pada orang-orang yang sehari-hari bekerja di dapur, atau di dekat instalasi mesin.
Sebab, dua tempat tersebut sering mengeluarkan radiasi panas.

Bercak Cokelat

Bentuk melasma berupa bercak berwarna cokelat, dengan tepi yang bergelombang atau tidak rata, dan letaknya simetris.
Bercak itu awal munculnya tipis.
Namun lama kelamaan, bercak akan menebal.
Melasma tidak menimbulkan rasa gatal maupun nyeri.
Melasma bisa menjangkiti siapa saja.

Orang yang paling sering terkena melasma adalah orang-orang di kawasan Asia Tenggara.
Karena, kawasan tersebut paling sering ada paparan sinar matahari, dibandingkan kawasan lain, semisal Eropa.
Jika dipersentasikan, 30 persen dari seluruh orang Asia Tenggara terkena melasma.
Di antara 30 persen itu,  usia produktif paling banyak terkena.
Sebab, usia produktif paling banyak aktivitas.

Hindari Sinar Matahari

Jika sudah terkena melasma, hal itu harus segera diatasi agar melasma tidak semakin melebar.
Cara mengatasinya dengan meminum obat, dan pengolesan cairan kimia atau biasa disebut peeling.
Pengobatan bisa juga menggunakan laser.
Putri mengatakan, selama melasma belum teratasi, paparan sinar matahari langsung harus dihindari dengan menggunakan sunblock, topi, atau payung.
Sinar matahari yang harus dihindari pada pukul 09.00-16.00.
Karena pada waktu tersebut, paparan sinar matahari paling berisiko menimbulkan melasma.
Penggunaan kontrasepsi oral juga perlu dihindari selama satu bulan-dua bulan.
Selain itu, penggunaan foundation, alas bedak, dan blush on pun harus dihentikan, selama melasma belum hilang.
Hanya saja, proses penghilangan melasma tidak bisa dipastikan waktunya


Post a Comment

 
Top