0


Info Terkini - SMPN 2 Semen, Kabupaten Kediri berduka menyusul kematian SA, salah satu siswi kelas IX.

Pelajar Desa Kedak, Kecamatan Semen tersebut meninggal cukup misterius tiga hari lalu di rumahnya.
Dia ditemukan meninggal dunia dengan telinga mengeluarkan darah.

Sementara headset yang tersambung dengan ponsel, masih melingkari kepalanya.

Menurut Suwarni (55), neneknya, sebelum ditemukan meninggal, SA terlihat sehat. Bahkan Suwarni sempat menyiapkan makan siang dengan menu mie dan telur.

Setelah makan, SA istirahat di kamar rumahnya, sedangkan nenek dan ibunya pergi ke balai desa.

Sekitar 2 jam kemudian, ketika sang nenek pulang, dia kaget melihat cucunya sudah tak bernyawa.
Salah satu tetangga yang kemudian turut melihat jenazah tersebut, mengaku melihat ada darah dari telinga sebelah kanan.

Di kepala SA masih melingkar headset, sementar ponselnya yang tersambung dengan headset tersebut, tergeletak di lantai.
Belum ada kepastian apakah kematian SA karena tersengat listrik saat memakai headset. Namun, selain berdarah, di bagian telinga kanan juga terlihat ada lebam membiru.

Keluarga korban, saat itu tidak melaporkan kematian SA yang mendadak kepada aparat kepolisian.
Jenasahnya kemudian langsung dimakamkan di pemakaman umum Desa Kedak.
Pihak keluarga mengaku tidak mengetahui terkait penyebab kematian korban.

Kepala Sekolah SMPN 2 Semen, Erwan Santoso saat dikonfirmasi Surya mengaku keluarga besar sekolahnya sangat berduka dengan kejadian yang menimpa siswanya.

Apalagi almarhum dikenal sebagai pribadi yang pendiam dan bagus prestasi akademiknya.
Menyusul kematian SA, guru bersama ratusan siswa SMPN 2 Semen telah menggelar doa bersama usai upacara bendera, . Doa bersama dipimpin guru agama Ali Budiono.
Sedangkan teman satu kelas SA takziah ke rumah duka serta mendoakan di pusara almarhum.

Saat ziarah rekan-rekannya tak kuasa menahan tangis.
Erwan berulangkali mengingatkan siswanya untuk bijak saat menggunakan HP. Malahan di sekolahan sudah lama ada larangan siswa membawa HP.

Jika ada siswa yang melanggar HP bakal disita dan pengambilan dilakukan orangtuanya.
Kalau melanggar sampai dua kali HP disita dan baru dikembalikan setelah lulus sekolah.
Sementara terkait penyebab kematian SA, Erwan mengaku tidak mengetahui secara persis karena bukan ranahnya.

"Kami ke rumah duka untuk berbela sungkawa dan menyampaikan santunan.
Soal penyebab kematiannya bukan ranah kami," jelasnya.

Kapolsek Semen, AKP Karyoko saat dikonfirmasi Surya menjelaskan pihaknya tidak menerima laporan terkait penyebab kematian pelajar SMPN 2 Semen.

"Keluarga tidak melapor ke polisi," jelasnya.

Sementara ucapan berbela sungkawa terkait penyebab kematian SA yang adalah anak tunggal di keluarganya, banyak menyebar di sejumlah grup whatsapp (WA) dan media sosial.

Post a Comment

 
Top